Monday, January 15, 2018

Rumah DP 0 % dibandingan KPR BTN Subsidi DP 1%



1. Komponen Pembelian Rumah melalui KPR ( Kredit Pemilikan Rumah 
    Setelah disepakati harga rumah/ rusun , komponen lain adalah :
a.     Down Payment (Uang Muka)
KPR BTN Subsidi cukup 1 % dan subsidi Uang Muka 4 juta.
b.    Biaya Proses
Terdiri dari Biaya provisi, asuransi kebakaran, jiwa, notaris
c.     Pajak
Biaya Pajak Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB), PPN, Pajak Penjual
Untuk KPR BTN Hanya bayar Provisi, Notaris dan BPHTB

2   Subsidi
    DP kecil, biasanya komponen subsidi dibantu oleh Pemerintah. Termasuk suku bunga,
    Juga diberikan subsidi. Ini adalah aturan Bank Indonesia,  bahwa DP kecil harus
    Berupa Kredit Program.

3   Penerapan DP 0%
   Dari hal di atas, perbedaan antara DP 0 % dan DP 1% hanya berselisih sedikit dan
   Subsidi pemerintah bisa diganti subsidi Propinsi. Calon debitur tetap harus
   Menyediakan biaya proses. Realistis kan ?





PANDUAN MELEDAKKAN SUBSCRIBER, VIEWS,
CHANNEL YOUTUBE











Sunday, May 21, 2017

Cara mendapatkan Kepemilikan Tanah



















Cara mendapatkan Kepemilikan terhadap tanah, secara garis besar berasal dari : 
  1. Proyek Nasional (Prona), seseorang mendapatkan kepemilikan tanah yang berasal dari proyek pemerintah sebagai contoh :  transmigrasi, pemberian tanah dari pemerintah dari lahan hutan diserahkan sebagai lahan pertanian (tidak boleh dijual), dll.
  2. Hibah, seseorang mendapatkan  kepemilikan tanah  dengan cara diberi, biasanya dari orang tua kepada anaknya. Notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dalam merubah nama dalam sertifikat menggunakan Akta Hibah. Untuk hibah ini tetap dikenakan pajak.
  3.  Akta Jual beli, seseorang mendapatkan kepemilikan tanah dengan cara membayar kepada pemilik sebelumnya sebesar harga yang disepakati. Notaris/PPAT akan membuat Akta Jual Beli (AJB) sebagai dasar peralihan nama dalam sertifikat. Dalam hal seseorang membeli dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pada saat Akad Kredit tetap dibuatkan AJB  yang membedakan hanya pembayaran, dalam hal ini Bank yang membayar dulu kepada pemilik tanah sebelumnya (baik perorangan maupun developer).

Faktor-faktor Penting sebuah Rumah sebagai Tempat Tinggal



















Sebuah rumah tinggal untuk ditempati, minimal harus memperhatikan 3 faktor, meliputi :
  1. Keamanan, rumah tinggal untuk ditempati harus aman  dari Bencana Alam ( Longsor, luapan air sungai, terkena debu kendaraan besar, dll) dan aman dari kejahatan ( Pencurian, perampokan dll.
  2. Konstruksi, rumah tinggal juga harus memiliki kekuatan agar tidak roboh dan melindungi penghuninya dari cuaca, hujan dan badai. Memberi kehangatan di saat musim hujan dan memberi kesejukan dari panas matahari. Satu lagi yang mutlak adalah air untuk  MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan air minum. Tak kalah pentingnya untuk jaman sekarang adalah listrik.
  3.  Legalitas, rumah tinggal harus memiliki dasar status tanah, baik berupa girik, Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) maupun Sertifikat Hak Milik (HM). Dari sisi bangunan, rumah tinggal harus memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

Monday, May 1, 2017

Segera Dapatkan Rumah Pertama


























Segera setelah mendapatkan penghasilan tetap, terutama bagi pria, setelah membeli motor sebagai sarana transportasi, segera fokus untuk membeli rumah. Mengapa demikian ? beberapa pertimbangannya adalah :
1. Tanah ( dengan bangunan di atasnya ) adalah barang langka, tidak akan bertambah kecuali reklamasi,
    sehingga harganya akan meningkat tajam, melebihi kenaikan penghasilan kita.
2. Rumah sebagai tempat tinggal adalah "kebutuhan" bagi kita. Bukan merupakan "keinginan"

Segera cari info pengembang-pengembang yang menawarkan rumah Subsidi jika penghasilan terbatas, atau rumah Komersial jika penghasilan kita cukup. Untuk saat ini, banyak tersedia bantuan uang muka, baik itu dari Bapertarum ( untuk PNS ) maupun BPJS Tenaga Kerja ( untuk pegawai swasta ).

Rumah pertama ini akan menjadi cikal bakal untuk kehidupan rumah tangga kita. Jika sudah berumah tangga, silakan berdiskusi dengan pasangannya. Jika belum punya pasangan, tidak perlu banyak pertimbangan selain kemampuan kita. Hal ini agar tidak banyak keraguan. 

Friday, December 30, 2016

Kondisi Kebutuhan Papan


















Kebutuhan papan
1. Kebutuhan papan adalah kebutuhan primer setelah pangan dan sandang.
2. Kebutuhan papan adalah kebutuhan akan  tempat tinggal, baik itu menumpang, kost, kontrak, rumah dinas ataupun rumah sendiri
3. Biasanya pemikiran untuk memiliki rumah muncul saat seseorang mulai mendapatkan penghasilan.
4. Untuk yang tinggal di pedesaan, kebutuhan papan lebih mudah karena harga tanah masih murah dan banyak tersedia.
5. Untuk yang tinggal di kota kecil, kebutuhan papan mulai agak sulit karena tanah mulai mahal dan ketersediaan mulai jarang
6. Untuk yang tinggal di kota besar, kebutuhan sangat sulit, karena harga tanah mahal dan ketersediaan langka.
7. Siapkan strategi untuk membeli rumah terjangkau di kota besar.

Wednesday, July 17, 2013

MUKADIMAH





Papan yang dalam hal ini berarti tempat tinggal,
adalah kebutuhan primer ketiga setelah
pangan dan sandang. Setiap insan membutuhkan
tempat tinggal, baik itu di pedalaman yang hanya
beratap rumbia ataupun di kota besar dengan
segala dinamikanya. Sangat banyak tersedia
informasi tentang penjualan rumah, kontrakan,
kost-kostan, kios, ruko dan lain-lain, tetapi
untuk informasi tentang tempat tinggal yang
sesuai dengan kondisi dan kebutuhan per individu
masih sangat terbatas. Mudah-mudahan blog ini
bisa memenuhi kebutuhan tersebut.